4 Jenis Obat Batuk untuk Bayi yang Alami Tanpa Efek Samping

4 Jenis Obat Batuk untuk Bayi yang Alami Tanpa Efek Samping

Kesehatan

Batuk adalah penyakit yang sering dialami anak-anak, terutama bayi. Sayangnya, tidak semua obat batuk kimia yang beredar di pasaran itu aman dikonsumsi mereka. Oleh karena itu, Anda bisa coba berikan obat batuk untuk bayi yang alami tanpa efek samping. Lantas, seperti apa obat batuk yang alami untuk bayi? Berikut 4 di antaranya.

  1. Uap Hangat

Tidak hanya alami, membuat obat batuk ini sangatlah sederhana. Anda hanya perlu menyiapkan air panas. Posisikan anak agar menghirup uap yang ke luar dari air panas tersebut. Cara lainnya adalah mencampurkannya dengan air dingin sehingga menjadi hangat, kemudian jadikan untuk tempat berendam.

Tapi, Anda harus memastikan agar uap dan air hangatnya aman, alias tidak terlalu panas karena bisa membahayakan bayi. Anda bisa menggunakan mesin penguap, tapi harus diperhatikan kebersihannya sehingga tidak menjadi sarang kuman, lumut, dan jamur.

  1. Air Hangat, Madu, dan Lemon

Ketiga bahan tersebut dicampur dan dijadikan minuman. Campurkan 1 sdt madu dan sedikit perasan lemon, kemudian aduk dalam segelas air hangat. Kalau tidak ada lemon, bisa diganti dengan daun kemangi atau jahe. Obat batuk herbal ini hanya dianjurkan untuk bayi usia 1-5 tahun. Jadi, kalau si kecil masih di bawah 1 tahun, jangan diberi obat batuk ini.

Sebaiknya, pemberian obat herbal dilakukan pada siang hari atau saat jam aktifnya. Kalau ingin diberikan menjelang si kecil tidur, pastikan untuk membersihkan giginya dengan kain atau memberinya air putih untuk menurunkan kadar asam di mulutnya akibat kandungan vitamin C yang berasal dari air perasan lemon.

  1. Kumur-kumur Air Garam

Obat batuk untuk bayi yang satu ini juga sangat mudah dibuat. Siapkan ½ sdt garam, lalu campur dengan segelas air hangat. Gunakan air ini untuk kumur-kumur, setidaknya 3-5 kali sehari. Berkumur dilakukan sambil menengadahkan kepala dan pastikan agar air garam sampai ke bagian belakang tenggorokan.

Setelah berkumur, muntahkan atau buang air kumurannya. Obat batuk herbal ini hanya bisa diberikan pada balita usia 3-5 tahun karena seusia mereka sudah bisa diajari berkumur. Kandungan yang ada di dalam garam sangat efektif untuk membasmi kuman atau bakteri penyebab batuk.

  1. Tetes Saline

Tetes saline atau air garam ini memang mirip obat batuk sebelumnya. Tapi, Anda bisa mendapatkannya dari apotek dan berbeda dengan air garam sebelumnya yang digunakan untuk berkumur, kali ini hanya diteteskan pada hidung dan telinga.

Obat batuk dalam bentuk tetes saline dianjurkan untuk bayi yang menderita batuk produktif atau jenis batuk berdahak. Biasanya, produksi lendir yang berlebih dalam bentuk dahak ini seringkali menyumbat hidung dan telinga sehingga bisa menurunkan fungsi indera penciuman dan pendengaran. Tidak heran kalau si kecil rewel karena ketidaknyamanan ini.

Pemberian obat batuk berbahan kimia biasanya dianjurkan pada anak yang sudah melewati usia 5 tahunnya, umumnya di atas 6 tahun. Oleh karena itu, keempat jenis obat batuk untuk bayi yang alami di atas bisa Anda jadikan alternatif aman untuk mengatasi batuk si kecil.